Popular Products
Popular Products
Recent Products
Penyebab Android Lemot
sekarang ini smartphone android sangat digemari oleh banyak orang, selain pilihan nya yang beragam tentu pula karena harga smartphone android sekarang ini sangat bervariasi dari harga yang berjuta-juta sampai dengan harga 300 ribuan pun ada tentunya dengan spesifikasi yang sangat berbeda, terlepas dari itu pengguna smartphone android sering di buat kesal lantaran smartphone android kesayangan nya sering lemot atau bahkan ngehang, walaupun katanya dengan os android terbaru masalah lemot bakal sedikit teratasi tapi kalau pemakaian yang berlebihan tentu saja smartphone android anda akan mengalami kendala seperti lemot dan lain nya
untuk mengatasi permasalahan tersebut hendaknya kita mengetahui hal-hal apa sajakah yang menyebabkan HP anda jadi lebih lemot atau lambat tersebut, karena banyak sekali faktor yang meyebabkan terjadinya hal tersebut, disini kami akan mencoba memberikan sedikit tutorial tentang mengatasi hp android agar tidak lemot dan membuat ponsel anda jadi lebih bekerja lebih optimal dan kinerja semakin lebih cepat. berikut penyebab dan tips-tipsnya
Banyaknya proses aplikasi di latar belakang
Beberapa aplikasi mungkin memerlukan proses latar belakang yang realtime. Aplikasi semacam ini tentu akan memakan banyak pengguaan prosesor dan tentu saja proses lain akan terganggu. Semakin banyak aplikasi berjalan di latar belakang, maka semakin terasa lemot ponsel android anda.
Sebenarnya memori di android itu terbagi menjadi 2 bagian yaitu RAM Memory dan Cache Memory. Ketika sebuah aplikasi dijalankan, aplikasi tersebut ditransfer dari memori internal menuju RAM Memory barulah diproses oleh prosesor. Ketika aplikasi tersebut tidak digunakan maka akan dipindah ke dalam Cache Memory. Aplikasi di Cache tidak akan membebani perangkat android anda. Android akan terasa lemot jika aplikasi memakan banyak proses di RAM dan bernaung di sana.
Memori RAM Penuh
Ketika memori RAM perangkat anda penuh kemudian ada aplikasi lain yang mengharuskan tetap berjalan di latar belakang, maka aplikasi akan direstart secara bergantian. Tentunya ini akan membebani perangkat android anda. Proses membuka dan menutup aplikasi di latar belakang secara bergantian memakan resource prosesor lebih banyak dibandingkan dengan aplikasi yang berjalan normal di latar belakang.
Adanya Event Aplikasi
Tahukah anda bahwa di sistem operasi android ada yang namanya event aplikasi? Event aplikasi adalah suatu permintaan aplikasi kepada sistem untuk menjalankan aplikasi tersebut saat kondisi tertentu. Kondisi tersebut seperti :
- Perubahan koneksi jaringan
- Layar padam
- Layar terkunci
- Menginstall dan Uninstall aplikasi
- Menyalakan perangkat (startup)
- dll
Ketika suatu event tersebut terjadi, aplikasi yang bersangkutan akan dibangunkan dan menjalankan suatu tugas tertentu. Misalkan saja aplikasi antivirus yang menjalankan proses ketika menginstall maupun uninstall aplikasi. Atau aplikasi seperti Facebook yang menjalankan proses ketika terjadi perubahan koneksi jaringan. Hal ini membuat ponsel anda menjadi lemot. Mungkin anda pernah merasakannya ketika perubahan sinyal dari 3G ke GPRS atau sinyal yang sering hilang dan muncul, bagaimana rasanya?
Terlalu Banyak File Yang Kita Simpan
Kalian tahu tidak, kalau setiap tipe file yang terdapat dalam smartphone kita memiliki 'file association' masing masing ? Contohnya adalah file-file musik semisal MP3(*.mp3) ataupun MP4 (*.mp4, *.aac, *.m4a, dll) yang diasosiasi oleh media player, terutama file yang memiliki thumbnail seperti video dan gambar (image). Jika kita memiliki file musik dalam jumlah banyak, maka pemutar musik kita akan memerlukan waktu lebih lama untuk melakukan update playlist. Begitu pula dengan file-file video dan file gambar, akan memrlukan waktu yang lebih lama untuk menampilkan thumbnail yang artinya kerja smartphone Android kita semakin berat.
Terlalu Banyak Menginstal Font
Ini mungkin berlaku bagi kalian yang menyukai kustomisasi tema maupun olah grafis. Font / format huruf yang biasa dipergunakan dalam olah data digital memang diperlukan terutama untuk keperluan olah grafis. Tetapi terlalu banyak mengoleksi font juga malah membuat smartphone Android kita menjadi lemot. Coba saja bandingkan saat smartphone kita menggunakan font default dengan setelah kita menginstal banyak font. Akan sangan terasa bedanya terutama saat kita membuka aplikasi yang menggunakan resource font-font tersebut, aplikasi tersebut memerlukan waktu loading yang lebih lama.
Antivirus Lebih Dari Satu
Apakah kalian termasuk pengguna smartphone yang paranoid ? Takut jikalau smartphone kalian kemasukan firus dan menginfeksi sistem Android kalian ? Biasanya jika kita mengalami hal semacam itu kita akan mengambil cara dengan menginstal antivirus berbagai merk. Kalian tahu tidak, antivirus terutama yang disertai dengan fitur 'realtime protection' merupakan aplikasi pengguna resource memori paling besar karena terus memantau aktivitas file-file yang berada pada smartphone Android kalian. Artinya, memori kita tersita hanya dengan satu antivirus saja, apalagi kalau lebih dari satu ?
Solusinya pilih salahsatu antivirus yang kalian percaya memiliki performa terbaik dan lakukan update secara berkala. Perlindungan yang baik dari serangan virus bukanlah dari banyaknya antivirus yang terpasang melainkan dari antivirus yang selalu terupdate.
Mengaktifkan layanan data (3G)
Coba anda bandingkan ketika ponsel android anda terkoneksi internet dengan ponsel android yang tidak terkoneksi internet, akan lebih terasa lemot yang mana? Mengaktifkan layanan data akan lebih banyak memakan resource prosesor. Ketika suatu perangkat android terkoneksi dengan internet, bayak aplikasi dilatar belakang yang aktif mensinkronkan diri. Umumnya aplikasi di latar belakang menggunakan layanan data push untuk tetap mendapatkan notifikasi dari suatu server. Inilah sebabnya aplikasi yang menggunakan koneksi internet secara realtime lebih banyak memakan resorce prosesor ketimbang dengan aplikasi yang tidak menggunakan koneksi data.
File Sampah Menumpuk
File temporer adalah salahsatu file sampah merupakan file-file yang dipergunakan oleh sistem Android selama kita menggunakannya. File-file tersebut meliputi file-file user, file-file yang sudah dihapus namun masih menumpuk di memori serta file-file setting dan semacamnya. Semakin lama kita menggunakan sebuah sistem operasi maka file-file tersebut akan semakin menumpuk dan smartphone Android kita semakin lelet.
Solusinya gunakanlah aplikasi pembersih sistem semisal CCleaner yang dapat membersihkan file-file temporary sehingga sistem dapat berjalan lebih ringan dan cepat
Pesan Singkat Menumpuk
Terkadang saya sendiri juga mengalami hal ini, dimana pesan singkat (SMS) dan pesan-pesan multimedia yang menyertakan lampiran menumpuk setelah tanpa sadar dibiarkan dalam waktu lama. Memang sepele, dan karena itu terkadang kita lupa untuk menghapusnya dan tersadar ketika jumlahnya telah mencapai ribuan. Dampaknya, sedikit banyak tentu berpengaruh terhadap sistem Android kita.
Solusinya pasti kalian sudah pada tahu, hapus semua pesan singkat yang dianggap sudah tidak diperlukan (kadang kita memerlukan sebagai arsip). Untuk mempermudah, gunakan meneger pesan singkat yang banyak tersedia di Google Play.
File Cache Menumpuk
File cache merupakan file temporer yang digunakan oleh sebuah aplikasi selama aplikasi tersebut bekerja. File cache bisa diibaratkan rekaman jejak seorang pengguna dalam menggunakan sebuah program. File ini menyimpan data seperti aktifitas terakhir, dan tindakan apa saja yang dilakukan termasuk melakukan backup otomatis. Contohnya pada browser, kita dapat mengetahui history serta preferensi situs yang dikunjungi dari file cache, pengguna expert dapat memanfaatkan file cache untuk melakukan tindakan mata-mata dengan tujuan tertentu. File cache yang menumpuk berperan dalam kinerja smartphone Android kita, dimana semakin menumpuk maka kinerja smartphone semakin berat.
Solusi seperti pada poin sebelumnya, kita dapat menyapu file cache menggunakan CCleaner atau program pembersih semacamnya dengan mudah.
File Sistem Log Menumpuk
Sistem log adalah rekaman mengenai aktifitas yang dialami dan dilakukan oleh sebuah sistem operasi. Biasanya file ini berbentuk file teks terbuka yang dapat dibuka oleh pengolah teks konvensional. File ini berisi catatan mengenai proses yang berlangsung dalam sebuah sistem operasi seperti menginstal dan uninstal aplikasi tertentu, pegubahan setting, sistem error bahkan sampai aktifitas yang disebabkan oleh infeksi virus. File ini dapat mencapai puluhan MB bahkan GB jika kita biarkan dalah waktu lama, tergantung seberapa banyak proses yang berjalan dalam sebuah sistem operasi.
Solusinya sama dengan poin diatas, gunakan aplikasi pembersih sistem untuk membersihkan file event log dengan mudah.
Tema Tidak Sesuai
Kalian suka berganti-ganti tema ? Memang tidak ada salahnya, namun terkadang ada beberapa tema yang memerlukan resource memori yang besar. Biasanya tema yang meiliki screensaver serta wallpaper yang 'hidup' memakan lebih banyak resource RAM serta aktifitas CPU meningkat. Termasuk penggunaan font pada tem yang tidak sesuai malah menyebabkab smartphone Android kita menjadi lelet.
Solusinya gunakanlah tema yang simpel namun stylish sehingga smartphone Android kita dapat berjalan 'kencang'. Namun jika kalian adalah penyuka theme yang 'nyeleneh' maka pilihlah tema yang sekiranya tidak memberatkan dengan cara membandingkannya satu sama lain.
Penggunaan Berlebihan
Ini adalah penyebab paling buruk yang mengakibatkan performa smartphone Android kita menjadi lelet bahkan lebih buruk lagi. Penggunaan berlebihan disini maksudnya penggunaan diluar pengetahuan kita dan diluar kemampuan smartphone itu sendiri. Misalnya jika kita senang melakukan tweaking maupun overclocking, sebaiknya lakukan dengan batasan. Atau jika kita belum memiliki pengetahuan yang cukup sebaiknya hal tersebut tidak dilakukan karena hal-hal semacam itu memerlukan keahlian expert. Terkecuali kita sudah mengetahui sejauh mana kemungkinan terburuk dan siap dengan konsekuensinya, karena sang ahli di bidang tweaking dan overclocking juga pasti pernah mengalami trial dan error.
Saran saya gunakanlah smartphone Android kalian dengan bijak, dalam artian setidaknya kita tahu dengan tindakan yang kita ambil. Jika kita belum mengetahui mengenai seluk-beluk teknis maka sebaiknya kita tidak melakukan hal-hal yang dapat mengakibatkan malfungsi.
Perawatan Buruk
Salah perawatan juga merupakan faktor penyebab smartphone Android kita menjadi lelet, bahkan hal tersebut dapat memperpendek umur / masa pakai smartphone. Perawatan buruk tak selamanya kita sadari, seperti penggunaan smartphone Android sampai menguras baterai dan tidak segera dicharge. Jika kita tidak memiliki powerbank, sebaiknya kita tidak menggunakan smartphone sampai daya baterainya benar-benar habis, karena hal tersebut dapat memperpendek masa pakai baterai dengan cepat.
Perhatikan pula lingkungan, dimana kelembaban dapat mempengaruhi smartphone / gadget lainnya termasuk semua perangkat elektronik. Peralatan elektronik dirancang untuk bekerja pada suhu dan kelembaban tertentu, maka hindarilah suhu dan kelembaban tinggi. Faktor ini memegang peranan penting dan sering kali dicantumkan dalam buku panduan / petunjuk manual namun kebanyakan pengguna mengabaikan dan tidak menyadarinya.
Secara teknis, performa dan kinerja smartphone Android kita maupun gadget lainnya akan mengalami penurunan seiring berjalannya waktu dengan kata lain semakin lelet dan semakin menurun kualitasnya. Namun, dengan perawatan dan penggunaan yang sesuai prosedur diharapkan proses tersebut dapat ditunda setidaknya tidak dipercepat. Keuntungan yang bisa kita ambil adalah performa smartphone Android / gadget kita dapat konsisten, masa pakai yang lebih lama serta secara tidak langsung kita sudah menerapkan pola hidup hemat.
Optimasi iPhone 6
iPhone 6 dan 6 plus masih relatif baru diluncurkan dan kami memiliki
beberapa tips optimasi iPhone 6 yang mampu membuat iPhone 6 anda bekerja
dengan maksimal dan efisien.
iPhone 6 dan 6 plus merupakan handset yang dibekali dengan sistem operasi mobile terbaru milik Apple yaitu iOS 8. Dengan menggunakan iOS 8 tentunya anda memiliki berbagai opsi untuk bisa melakukan modifikasi terhadap tampilan, privasi, keamanan dan pengaturan input. Dalam artikel ini kita akan membahas 25 tips optimasi iPhone 6 anda agar bisa dilakukan modifikasi pengaturan seperti penjelasan diatas.
iPhone 6 dan 6 plus merupakan handset yang dibekali dengan sistem operasi mobile terbaru milik Apple yaitu iOS 8. Dengan menggunakan iOS 8 tentunya anda memiliki berbagai opsi untuk bisa melakukan modifikasi terhadap tampilan, privasi, keamanan dan pengaturan input. Dalam artikel ini kita akan membahas 25 tips optimasi iPhone 6 anda agar bisa dilakukan modifikasi pengaturan seperti penjelasan diatas.
Aplikasi Penghemat Baterai Android
Semakin pesatnya perkembangan aplikasi Android yang canggih. Banyak keunggulan yang bisa didapat dari menggunakan fitur yang terkandung di dalam perangkat lunak tersebut. Akan tetapi, beragam pula kendala yang dihasilkan oleh pemakaian sebuah aplikasi secara terus menerus. Misanya adalah memory HP yang berkurang, hingga daya baterai yang cepat sekali habis. Pastilah akan sangat merepotkan apabila, sering mencolokkan kabel pengisi daya setiap kali karena baterai yang cepat berkurang. Menanggapi masalah tersebut, para developer ternama mulai menciptakan aplikasi penghemat baterai Android apk yang bisa diunduh secara gratis.Tips Sebelum Beli Smartphone Android
Sekarang ini banyak kita temui berbagai jenis Smartphone Android di
pasaran, tentunya menawarkan berbagai macam fitur - fitur yang dapat
menggoda para pengguna untuk segera memiliki Smartphone tersebut, namun
karena banyaknya pilihan dengan design dan teknologi berbeda - beda
malah membuat kita kebingungan HP Android mana yang akan kita beli,
disini saya coba untuk berbagai bagaimana kita memilih Smartphone atau HP Android sesuai dengan kantong dan kebutuhan kita.
Hal Wajib Dilakukan Bagi Yang Baru Beli dan Punya iPhone
Berikut ini apa saja yang harus kamu lakukan setelah membeli iPhone terbaru:
tips Baterai iphone Biar tidak Cepat Habis
Buat para pengguna Iphone, hal yang mengganggu adalah ketika kita sedang menggunakan smartphone untuk telepon, selfie,chatting, browsing, main game atau kegiatan lainnya dan tiba – tiba tanda baterai di layar Iphone mu berwarna merah, menunjukkan kamu harus segera mencari colokan untuk mengisi kembali baterai yang akan segera lowbatt. Nyebelin banget kan kalau smartphone kamu mendadak mati dan bikin kamu jadi ikutan mati gaya karena gak bisa ngapa – ngapain lagi. Apalagi jika telepon pintar mu mati karena kehabisan baterai di saat – saat mendesak. Bisa – bisa kalian pengguna iphone kalang kabut dibuatnya.
Jika anda pengguna Iphone dan menjadi korban si baterai yang boros tersebut, gak perlu khawatir lagi! Karena disin punya jawaban buat mengatasi baterai Iphone mu agar lebih awet dan panjang umur.
Matikan indikator persentase baterai
Kebanyakan pengguna Iphone pasti menggunakan persentase baterai untuk menunjukkan berapa sisa baterai pada smartphone mereka tapi, percaya ga percaya kalau ini bisa mengikis penggunaan baterai lho. Karena pengguna Iphone akan sering mengaktifkan perangkat untuk memeriksa berapa sisa persentase baterai. Meskipun terkesan sepele tapi justru tanpa disadari akan menurunkan daya baterai pada smartphone.
Temukan aplikasi yang boros daya
Di iOS 8, Apple menambahkan tool Battery Usage yang akan menunjukkan pada Anda persentase daya yang digunakan sebuah aplikasi. Di iOS 9, Apple memperbaiki tool ini agar lebih baik lagi. Pada halaman Battery Usage - yang bisa Anda akses melalui Settings > General > Battery - Anda tidak sekadar dapat melihat persentase daya yang dihabiskan berbagai aplikasi, tetapi melihat berapa menit. Untuk melihat berapa lama waktu yang Anda habiskan menggunakan sebuah aplikasi, Anda dapat menekan ikon jam pada bagian kanan.
Aktifkan mode lower power
Apple mengklaim bahwa iPhone (tidak termasuk iPhone 6S dan 6S Plus) dapat bertahan 1 jam lebih lama setelah menggunakan iOS 9. Selain itu, pada iOS 9, Anda juga dapat mengaktifkan Low Power Mode saat baterai smartphone Anda sudah mau habis.
Apple menyebutkan bahwa saat mode ini diaktifkan, maka akan ada beberapa fitur yang dimatikan atau dikurangi, seperti penerimaan email, pengunduhan otomatis, dan beberapa visual effect. Untuk mengaktifkan mode ini, Anda dapat mengakses Settings > General > Battery > Low Power mode. Saat baterai iPhone Anda mencapai 20 persen atau lebih rendah, maka Anda akan disarankan untuk mengaktifkan mode ini.
Apple mengklaim bahwa iPhone (tidak termasuk iPhone 6S dan 6S Plus) dapat bertahan 1 jam lebih lama setelah menggunakan iOS 9. Selain itu, pada iOS 9, Anda juga dapat mengaktifkan Low Power Mode saat baterai smartphone Anda sudah mau habis.
Apple menyebutkan bahwa saat mode ini diaktifkan, maka akan ada beberapa fitur yang dimatikan atau dikurangi, seperti penerimaan email, pengunduhan otomatis, dan beberapa visual effect. Untuk mengaktifkan mode ini, Anda dapat mengakses Settings > General > Battery > Low Power mode. Saat baterai iPhone Anda mencapai 20 persen atau lebih rendah, maka Anda akan disarankan untuk mengaktifkan mode ini.
Non-aktifkan Push Email untuk sementara waktu
Fitur ini memang amat berguna untuk menerima e-mail yang masuk agar langsung diteruskan ke perangkat saat itu juga sehingga langsung diketahui oleh pengguna. Tapi, Push Email bisa menjadi salah satu penyebab terjadinya keborosan baterai. Untuk itu, cobalah mengubah setting menjadi “fetch” (e-mail hanya diperbarui dalam waktu tertentu) untuk mengurangi penggunaan daya baterai.
Matikan fitur GPS Bila Tidak DiPerlukan
Aplikasi yang menggunakan fitur GPS biasanya boros daya baterai. Jika Anda ingin tahu aplikasi apa saja yang memanfaatkan fitur GPS, Anda dapat pergi ke Settings > Privacy > Location Services. Anda dapat mematikan aplikasi-aplikasi yang seharusnya tidak menggunakan GPS, seperti aplikasi Dictionary.
Jangan matikan aplikasi saat “multitasking”
Memang untuk mematikan aplikasi yang berjalan pada perangkat iOS mudah untuk dilakukan. Cukup dengan menekan tombol Home dua kali, tampilan multitasking akan muncul dan untuk mematikan aplikasi yang berjalan pengguna hanya menyapu jendela aplikasi ke arah atas. Namun hal tersebut tidak bisa digunakan untuk menghemat baterai justru kebalikannya, akan membuat baterai lebih boros. Karena saat aplikasi yang telah dimatikan digunakan kembali perangkat “terpaksa” memanggil ulang data – data yang diperlukan dan menyimpannya di dalam RAM. Lagipula, iOS akan mematikan sendiri aplikasi jika membutuhkan ruang RAM.
Matikan Bluetooth
Bluetooth sangat berguna untuk menghubungkan iPhone dengan speaker atau headphone nirkabel. Biasanya, Bluetooth memakan daya sangat sedikit saat tidak digunnakan. Tetapi, jika Anda mengaktifkan Bluetooth, maka ponsel Anda akan secara otomatis terus mencari perangkat untuk dipasangkan. Karena itu, sebaiknnya Anda hanya menyalakan Bluetooth saat Anda memang hendak memasangkan smartphone Anda ke perangkat lain.
Matikan animasi yang terlalu heboh
Saat meluncurkan iOS 7, Apple pertama kali memperkenalkan parallax effect, yang memungkinkan Anda untuk memiringkan perangkat Anda sehingga Anda dapat melihat "kedalaman" dari wallpaper yang Anda gunakan. Untuk mematikan animasi seperti ini, Anda dapat pergi ke Settings > General > Accessibility > Reduce Motion
Jangan terlalu banyak gunakan widget
Pada iOS 8, Apple akhirnya mengizinkan penggunaan widget. Meskipun begitu, jangan terlalu banyak gunakan widget. Pastikan widget yang Anda aktifkan hanyalah widget yang memang Anda sering gunakan.
Matikan Location Services dan Background App
Buat yang suka menggunakan aplikasi Facebook bisa jadi aplikasi tersebut yang menjadi penyebab baterai Iphone cepat habis. Kenapa? Karena aplikasi Facebook sering aktif di layar belakang dan hal tersebut menghabiskan sumber daya pada baterai. Nah, untuk meningkatkan daya tahan baterai akan lebih baik jika Location Services dan Background App Refresh pada aplikasi Facebook dimatikan.
Tidak perlu menggunakan Push Notification
Sering merasa terganggu dengan munculnya notifikasi – notifikasi seperti aplikasi game? Lebih baik matikan Push Notification karena selain mengganggu ternyata munculnya notifikasi tersebut berpengaruh pada daya tahan baterai. Setiap notifikasi yang dikirim akan memaksa perangkat untuk bangun dan menyalakan layar beberapa saat selagi menunggu input dari pengguna. Maka dari itu, mematikan beberapa Push Notification dari aplikasi yang tidak penting akan membantu mengurangi pemakaian baterai pada perangkat.
Matikan fungsi auto update untuk aplikasi
Sejak iOS 7, Apple menambahkan sebuah fitur yang berfungsi untuk mengunduh update aplikasi secara otomatis. Untuk mematikan fungsi ini, Anda dapat pergi ke Settings > App and iTunes Stores > Automatic Downloads.
Rendahkan tingkat kecerahan layar
Langkah ini tidak hanya dapat digunakan pada iPhone, tetapi pada semua perangkat yang menggunakan layar. Saat menggunakan iPhone, Anda tidak perlu membuat kecerahan layar menjadi 100 persen. Dengan tingkat kecerahan sekitar 50 persen pun, layar iPhone sudah cukup cerah. Meski Anda dapat menyesuaikan kecerahan layar sesuai dengan kebutuhan.
Jangan gunakan Live Photos sebagai wallpaper
iPhone 6S dan 6S Plus memiliki satu fitur baru yang disebut dengan Live Photos. Dan hasil dari Live Photos ini memang menarik untuk dilihat. Meskipun begitu, mereka juga boros baterai. Terutama jika Anda menggunakan gambar Live Photos sebagai wallpaper. Meski harus diakui, baterai yang dihemat dengan tidak menggunakan atau melihat Live Photos tidak terlalu besar.
Matikan fungsi 3D Touch
3D Touch merupakan salah satu fitur utama yang ada pada iPhone 6S dan 6S Plus. Dan tentu saja, siapa pun pasti ingin mencoba untuk menggunakan fitur baru ini. Meskipun begitu, jika Anda memang benar-benar ingin menghemat baterai iPhone Anda, Anda dapat mematikan fitur ini melalui Settings > General > Accessibility > 3D Touch.
Langganan:
Komentar (Atom)





